Google
 
Showing posts with label wings. Show all posts
Showing posts with label wings. Show all posts

Tuesday

Hukum Karma



Oh... dalam dunia...
Oh... kita raja...
Oh... jangan lupa...
Oh... Jangan gila

Gila darjat
Gila nama
Gila kuasa
Gila Harta
Semua gila

Buat baik berpada-pada
Kata org tua
Buat jahat jangan sekali

Engkau takkan rugi
Mulia dibalas syurga
Dosa 'kan sensgara
Ini hukum karma

Biarkan Berlalu




Bila bersemadi warna cinta
Pudarlah segalanya
Tiada mentari lagi
Yang mengiringi perjalanan

Mestikah bersedih
Pada hakikat
Dikurniakan padamu
Bukankah cita-citamu
Memperjudikan kasih sayang

( korus )
Kita mampu merancang
Hanya Tuhan menetukan
Tak perlu dikisahkan..ooo...(2x)

Janganlah memburu
Angin yang berlalu
Kelak kau terima
Jawapan yang kecundang
Pulang saja di mana
Permulaan langkahmu
Biar saja angin terus berlalu
Oooo...berlalu

Belenggu Irama




Hari-hari bagaikan berlari
Tiada sesaat berhenti
Aku yang masih berdiri
Tiada arah yang pasti

Apakah aku sudah mati
Dalam dunia ini
Biarpun masih berdiri
Tiada siapa peduli

Aku terikat tanpa tali
Aku berdiri tanpa bumi
Aku berkata tanpa suara
Aku menangis tanpa airmata

Apakah aku sudah mati
Dalam dunia ini
Biarpun masih berdiri
Tiada siapa peduli

Perintahmu adalah belenggu
Menggenggamku dengan kuasamu
Membuat aku menjadi layu
Dalam suasana yang masih baru

Bilakah akan berhenti bicara
Untuk melihat apa yang melanda
Angkaramu kepada irama
Yang telah beku
Selama kau berkuasa

Intan Ku Kesepian



Hanya padamu
Terbuka hatiku
Menanti hadirnya
Kasihmu sayang

Cinta yang murni
Sehangat mentari
Membara hanyalah
Untukmu

Belum sempat aku
Memberi padamu
Engkau yang kudamba
Hilang tiba-tiba

Tiada lagi
Irama cintamu sayang
Tiada lagi
Haruman kasihmu intan

Tinggallah aku
Menyulam cinta yang sirna
Di dalam senyum
Yang berbayang duka
Ku kesepian

Akan ku tunggu
Takdir menentukan
Engkau dan aku
Kan bersua lagi

Memadu cinta
Selmbut bayu senja
Mengukir rindu
Di daunan hari kasih

Menghilang resah
Lewat pertemuan kita
Biarpun harus
Ku telan keperitan

Kerana engkau
Intan yang ku sayang
Akan ku terus
Menunggumu Intan

Sejati



Sejati
Itu yang kau ucapkan
Bila janji kugenggam
Bawah pohon kemboja
Yang sekecil kita

Menanti
Di mahligai mainan
Kita bina bersama
Dari dahan yang rapuh

Usia perangkap kita
Remaja kita tinggalkan
Namun aku masih
Menggenggam janji

Tinggal kenangan
Gagal segala impian
Tinggal bertanya
Erti sejati

Kenangan itu
Hanya mainan bagimu
Tinggal bertanya
Erti sejati
Yang telah engkau janjikan dulu

Inspirasi Syakilla



Mestikah aku kemari
Menghayati sentosa
Datng bagai ada yang memanggil
Menunjukkan susulan

Sisa hidup warna yang hilang
Cahaya abadi nan terang
Sesudah aku tahu itulah ini

Lama mana hendak jejaki
Pencarian yang hilang
Kemuncaknya teramat tinggi
Cecah menjejak kaki awan

Terbang perhatikan dunia
Nyata dicipta satu tangan
Rasanya macam pernah kita satukan

Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti

Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu

( solo )

Jauh makinlah dekat
Pusingannya yang belum mahu tamat
Perjalanan detik lalu yang banyak tukar tukar arah
Dekat yang semakin jauh
Destinasi yang tinggal sejengkal
Kenapa berhenti ketika masih ada di laluan ini
Sesat kembara sudah
Segalanya yang kita lalui
Tiada berhenti

Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Mana aku tahu

Opera Hidup




Hidup bagaikan pentas opera
Tirai hidup dibuka
Ceritapun bermula...
Oh..Oh..Oh..Oh..

Hidup bagaikan pentas opera
Musik hidup bergema
Asyik insan bermula
Oh..Oh..Oh..Oh..

( 1 )
Lakonkan dengan semangat kejujuran
Sinarilah hatimu oh kesucian
Oh..rempuh api kepalsuan
Pastikan keadilan
Pastikan jaya

( 2 )
Hidup bagaikan pentas opera
Rentak lakon bermula
Siapakah wiranya
Oh..Oh..Oh..Oh..

Kita kecewa dan menderita
Lumrah alam biasa
Pastikah kau wiranya
Oh..Oh..Oh..Oh..

( 3 )
Lakonkan penuh bersemangat wira
Pastikan langkahmu oh keyakinan
Oh..Leburkan ketidak-adilan
Pastikan kedamaian
Pastikan jaya

(ulang 1, 2, 3 & 3)

Di Persimpangan



Terperangkap dalam memori
Hati dirundung kerinduan
Namun aku masih tak pasti
Apa akhirnya cinta ini

( 1 )
Kita masih di persimpangan
Banyak yang harus disaksikan
Rencah rencah kehidupan
Jangan salah pilihan

( 2 )
Aku yang menyintaimu
Tak sangup melepaskan mu
Walau ribu rintangan
Ku tetap setia pada mu sayang
Oh ohhh...

( korus )
Di persimpangan
Cinta sanjungan
Dipersimpangan
Aku berdiri

( ulang korus )

( solo )

( ulang korus, 1, 2, korus )

Di Ambang Wati




Yang putih bersih
Dalam gita kama
Si ratu yang di rindu
Persis citra sakti mimpi
Insan

Di ambang wati
Di dasar hati
Dan diri yang menyeru sumpahan
Sehangat nyawa bergelora

( 1 )
Terbuka hendaknya pintu segala azam
Malam antara malam sepasang rembulan
Kembali terpatri panji sejahtera
Mengotakan janji silam

Asmara kejar mengejar
Mendungnya sepanjang hari beredar
Asmara kejar mengejar
Mendungnya sepanjang hari

( ulang 1 )

Asmara kejar mengejar
Mendungnya sepanjang hari beredar
Menunggu bayangan berahi
Menghitung detik perpisahan
Mendamba ke pangkuan kekasih
Menangis dalam kesyahduan

Bujang Senang



Ketenangan air halus manja
Tersebut satu kisah puaka
Asal manusia
Menjadi buaya
Beraja di lubuk ngeri

Rangkak tenang mencari mangsanya
Segala berlaku senyap sunyi
Siapa mencabar bersedialah
Akan menjadi mangsanya
Akibat sumpah puaka

Suara ngeri
Datang dari lembah sunyi
Maut menanti
Dari sudut tanpa kesan
Kelaku misteri sukar di cari
Tubuh menyambar timbul tenggelam
Gelar diberi buaya ini
Buaya lagenda
Bujang Senang

Biru Mata Hitam Ku



Mana bukti kata sakti
Kau laungkan oh ho
Mana panji perjuanganmu semalam

Mana kesan cinta agung
Kau talunkan oh ho
Mana teman ingin juga ku saksikan

Aku damba kebebasan
Biar pahit biar pedih
Biar biru mata hitamku

Mana pedang sejahtera
Kau hunuskan oh ho
Mana hilang oh kemana wahai teman

Aku rela menemanmu
Dalam sulit dalam sepi
Andai engkau tak takut mati

Aku rela mengekormu
Dalam ribut dalam kabut
Andai engkau tak jadi takut

Bernafas Dalam Lumpur



Lama mana lagi
Hendak ku turutkan
Kata telunjuk yang menuding kepalaku
Sabar apa lagi
Hendak ku turutkan
Hingga aku bernafas bagai dalam lumpur
Kasihan...

Wajah kita sama
Beza pada gaya
Itu pilihan masing-masing yang empunya
Mungkin pada usia
Rasa yang berbeza
Yang penting kita saling hormat menghormati
Panduan...

( korus )
Kita tak dapat bersama
Namun kita juga manusia
Kita punya rasa cinta
Masing-masing punya harga...oh..oh...

Mahu apa lagi
Akan aku korbankan
Selagi ada hayatku di kandung badan
Oh terima kasih
Kerana balasan
Semoga sejahteralah hidup semua
Oh kawan

Alam Barzakh



Yang ku rindukan
Akhirnya berada di sini
Yang ku tinggalkan
Menangis di pintu kuburku

Ku lihat mereka
Berbisik sambil berdoa
Aku di sini
Sedang hanyut dalam cahaya

Hilanglah semua
Ketakutan dan kebimbangan
Yang ada hanya
Kemanisan dalam sejahtera

Tak perlu aku
Bertanya lagi
Siapakah diri ini
Tak perlu aku
Bertanya lagi
Apakah nasibku nanti
Di alam barzakh

Aku berlindung dari api yang membakar
Aku bergantung pada tali sejahtera
....sejahtera...

Aku Pun Tahu




Nada yang engkau lafazkan
Timbulkan sangsi
Hinggakan memaksa aku
Bertanya lagi

Adakah engkau masih
Merasakan cintaku
Atau sudah bosan
Dengan cara hidupku

1
Aku pun tahu
Kesalahanku
Meniggalkanmu
Selalu

Adakah kita berbeza
Dengan cara begini
Tiadakah jawapannya
Agar cinta punya erti

Engkau punya cita-cita
Aku punya mimpi
Dapat kita mendirikan
Percantuman mahligai cita-cita
Dan mimpi

Nada apa itu
Yang bermain di benakku
Nada percantumankah
Yang kurindu darimu

Lena Diulit Intan




Seingat aku
Kita pernah bertemu dulu
Di satu pesta keramaian

Anggun wajah mu
Menjadi perhatian
Dan hatiku juga berkocakan

Bagai lena yang diulit
Mimpi bertemu
Ingin ku jadikan mu penyeri
Warna hidup ini

Oh tiada ter banding indah
Sewaktu bersamamu intan
Hilai tawa terpancarlah
Oh sinaran keinginan

Ingin dikasih
Seperti insan sedang berkasih .. oh

Kau telah isikan
Ruangku yang kekosongan
Jadilah seorang insan
Yang penuh dengan pengertian

Yang amat mengharukan
Kalimahmu luahan dalam
Bukan sekadar puisi ciptaan
tapi tulus ikhlas dan kesungguhan ..oh

Misteri Mimpi Syakila



Dimanakah menghilang
Diriku sendiri
Hanyut dalam bayangan
Sebuah misteri

Harum tiada wajah
Mengelilingi aku
Dalam suasana
Yang terharu

Lukisan impianku
Gambaran dimana
Cuaca yang begini
Apakah mahunya

Aku adalah aku
Nyanyi lagu yang rindu
Lemah langkahku mengejarmu

Bila pun engkau menjelma
Disini aku berdiri
Ku menanti
Walau hilang ceritamu
Di hati tetap abadi
Sentuhanmu

Mana Syakilla
Siapa Syakilla
Aku pun tak tahu
Oh Oh..
SYAKILLA...

Potret Monalisa




Engkau tersenyum di jendela
Memukau mata mempesona
Muncul yang jadi tanda tanya
Buat engkau di kagumi

Kehadiran penuh misteri
Bertambah berbagai cerita
Dengan sentuhan warna gemilang
Kau menawan dunia

( korus )
Monalisa
Wajah yang diagungkan
Hingga mengorbankan nyawa
Disanjung penciptanya

Monalisa
Apakah tujuan
Engkau diciptakan
Apakah rahsia
Di sebalik potret itu
Oh...

Taman Rashidah Utama



Pertama kali kau ku cinta
Pertama kali ku di luka
Kini aku menjadi tanda
Sebuah kubur cinta

Ku berjalan di dalam hujan
Mencari api yang terpadam
Namun sudah sekian lama
Hanyalah gelap gelita

Sebagai satu kenangan
Ku ciptakan satu taman
Rashidah Utama
Sebuah kubur cinta

Ku berpijak nyata di sini
Tak tercapai bintang di langit
Ku siramkan airmata
Pada darah cinta
Sebagai hiasan taman ini

Rashidah Utama
Sebuah kubur cinta
Rashidah Utama
Sebuah kubur cinta

Biarkanlah aku di sini
Menjadi nisan cinta ini
Izikanlah aku mengenang
Dirimu oh! Sayang