Google
 
Showing posts with label malay. Show all posts
Showing posts with label malay. Show all posts

Thursday

Kenapa Apakah - Lyrics





Apa yang kau pandang
Nampak macam semacam
Apa yang kau jeling
Mata kau yang juling
Kenapa apakah, apa yang ada
Apa yang kau jerit
Suara yang perit
Suka jadi lalang
Asyik kena goyang
Angin yang hilang
Tegak kau berdiri
Macam dah tak ada, maruah rupa

( korus )
Sesat kau berjalan
Balik kepangkal jalan
Orang tua masih ada
Jangan malu bertanya
Yang dulu dah terlepas
Yang datang jangan melepas
Dari dah tak ada
Asal tak kedana

Tak esok tidak lusa
Melayu tak ganti muda
Mati tua jadi kuda
Kepala jadi kuda
Yang tua berkarat
Yang muda melarat
Hidup pun merempat
Kenapa apakah
Apa yang ada
Kenapa apakah...
Yeahhhh!...

Aku Masih Di Sini - Lyrics




Lenaku dibuai
Bayangan seribu bintang
Kasih tertumpah dibingkai awan
Demi kemilau sang mentari
Yang tak bisa mengerti

Biar ku titipkan
Keperihan pelayaran
Hingga terdaya ku melafazkan
Salju sebening kasihku
Kepada mu oh kekasih

( 1 )
Ingin ku buktikan
Keyakinan dalam diri
Ku punya jiwa nan suci
Untuk ku miliki Sepenuhnya nirwanaku

Oh... pedihnya terpanah arjunamu
Terbelenggu aku di dalam menunggu
Bergelora rintihan asmaramu
Di pelantar rindu yang menghempas

Namun kerana tulusmu
Masih mampu aku berdiri
Demi naluri yang sama
Kita masih di sini

( ulang 1 )

C.I.N.T.A. K.I.T.A.




C.I.N.T.A. K.I.T.A. satu rasa
C.I.N.T.A. B.U.T.A. tak bermata lahirnya
C.I.N.T.A. G.I.L.A. pada harta
M.A.N.A. C.I.N.T.A.. yang sebenar2nya
C.I.N.T.A. K.I.T.A. sampai bila
Manakah satu arah kita sebenarnya dunia

Kita berasmara di dalam cinta yang tak bermaya
Kita berupaya selagi padu janji setia
Kita selami cinta ini kian lama
Telan arus nangis ketawa
Sama rasa pastinya
Walaupun tahu cinta itu tak bermata
Namun masih banyak ada
Yang menawan di dalamnya

Cinta Kenangan Silam - Lyrics




C... cintaku yang satu
I... impian kan nyata
N... nikmat yang berbeda
T... tanpa pengertian
A... antara kau dan aku

Cuba kau pejamkan matakan matamu yang ayu
Inginku nyatakan ke dalam hatimu
Noktah musnah impian yang ku harapkan
Aku mengerti siapa diri ini

Kekayaan tiada dalam diri
Entah mengapa jadi begini
Nasib demikian rupa
Angkara dunia
Namun langkahku takkan berhenti di sini
Gerhana itu mengubat hatiku
Aku tersentuh dalam janjimu dulu
Nyata kau membisu

Sehingga pudar telah ingatan ini
Lalu aku menyepi
Apakah ini semua sudah biasa
Mainan hidupmu

Cinta kenangan silam
Cinta kenangan silam
Cinta kenangan silam

Semangat Yang Hilang - Lyrics




( 1 )
Tidak engkau seorang
Juang hingga titisan
Rempuh tak berharapan

( 2 )
Nanti aku di sana
Di ufuk pemikiran
Lalu menghayatinya

( 3 )
Kita laksanakan
Mata hati yang damai
Di sana kejujuran

( korus )
Semarak impian segunung harap dipulang
Usahlah diragukan keupayaan sendiri
Hati yang membara mengikutkan kata-kata
Jawapannya di sini
Semangat kita yang hilang
Oh kita cari pulang

( ulang korus )

Malu bertanya kawan
Sesat cari jalan pulang
Biar ia berkesan
Di lubuk hati terbenam

( solo )

( ulang 2, 3 dan korus )

Titian Perjalanan - Lyrics





Siulan kedamaian
Nanti kepulangan
Saat di tunggu hampir lumpuh
Tenang ku rindukan
Bayangan semalam

Sedetik kita bertemu
Dalam impianku
Tak pernah luput gambaranmu
Bina cinta satu
Ke mari sayangku

Perjalanan dititian
Masa kita perlukan
Perjalanan masa kita

Seminit kita berlagu
Ada lagi waktu
Dalam ingatan tulus insan
Kita mahkluk Tuhan

( korus )
Perjalanan dititian
Masa kita perlukan
Perjalanan masa kita

Zaman berzaman teguh ikatan
Sempurna insan
Itu harapan padamu
Ku harapkan

Zaman berzaman tinggal harapan
Sempurna kasih
Kita dendangkan berlagu
Aku dendangkan
Kita dijadikan

Monday

Pusara Di Lebuhraya - Lyrics



Dalam perjalan ini
Menuju destinasi
Berbagai lebuhraya dilalui
Perjalananku terhenti
Di lebuhraya ini
Terpandang pusara diam menyepi

Terbayanglah kisah lalu
Bila kau disampingku
Bagaikan temasya dalam hidupku
Kini cinta tiada lagi
Berkubur dalam sepi
Dan pusara ini menjadi bukti

Betapa aku lemah di sini
Melihat cinta ini pergi
Di sini bermula bicara
Terpedaya
Dan bicara itu membunuhnya

Kini engkau tiada lagi
Yang tinggal hanya mimpi
Dan cintaku yang telah bersemadi
Ku teruskan perjalanan
Ku tinggalkan impian
Ke arah tujuan cinta abadi

Sentuhan Kecundang - Lyrics



Kita tempuh segala rintangan
Kecundang jua menimpa
Kita telah mencuba segala
Namun tewas akhirnya

Putus tak bisa disambung
Kusut tak terhurai
Hilang tak bisa diganti
Patah kekeringan

Cinta terlarang bagai terbuang
Dalam rimba yang gelap
Dan penuh duri

Mestikah aku meratap
Membinasakan diriku
Atau ku biar saja
Ia berlalu

Sentuhan kali terakhir
Abadi dalam hatiku
Tak dapat ku menghalang
Perpisahan ini

Hanya Satu Persinggahan - Lyrics



Di sini kasih pernah berbunga
Tiada harum tiada warna
Di sini cinta pernah membara
Tanpa bahang dan tanpa apinya
Begini yang ku rasa
Hidup kita berdua

Di sini langit mendung selalu
Tiada cahaya menyinariku
Di sini aku tiada berdaya
Mengikut kata tanpa bicara
Kerana engkau tahu
Aku tidak sepadan denganmu

Hubungan kita suatu persinggahan
Bukan pengabadian yang rela
Pemergianku oh kerana terpaksa
Demi hidup yang lebih sempurna
Anggaplah kehadiranku
Hanya satu persinggahan
Aku tidak menjanjikan
Mahligai impian
Sebagaimana kau harapkan

Biarlah jauh dari pandangan
Daripada dekat penuh seksa
Biar berduka biar melara
Dari sengketa sepanjang masa
Janganlah engkau harapkan
Ku menghambakan diri

Nanti kau tahu ertinya sepi
Bagaikan pisau menghiris api
Nanti kau tahu ertinya rindu
Bagai tertusuk duri sembilu
Batin akan tersiksa
Jasad pasti merana

Friday

Sufi - Lyrics




Sufi selangkah tirai kasihmu ku buka
Engkau serahkan cinta hingga dirimu tiada
Kasih sufi kau rela pilih derita di dunia
Biar rebah di hina kau tak berubah

Kau menguasai selautan
Yang tersembunyi di genggaman
Nafi dan isbat kau sandingkan
Sebagai tali pegangan

Sufi kau hilang di pandangan
Ada di dalam kenikmatan
Engkau dan dia pasti tidak akan terpisah
Andai tertutup tirai sufi
Yang terang tidak nampak terang
Inilah siksa menyakitkan sepanjang jalan

Inginku tempuh titianmu
Dari kekasih ke kekasih
Pengabdianku bersamamu kasih
Biar rebah di hina kau tak berubah

Seribu Bayangan



Kau masih menduga sehingga kini
Andai ku bersenda dengan teka teki
Seribu bayangan aku gambarkan
Masih lagi kau tak mengerti

Sedalamnya lautan tingginya bulan
Bisa disentuh dengan pengetahuan
Sepahitnya henpedu bisa ditelan
Jika itulah penawarnya

Inikan pula perasaan
Yang lahir dari jiwa
Dan kita sama sama merasa
Denyut kasihnya

Bukan sengaja aku merahsiakan cinta
Tapi curiga kau kan tersalah sangka
Kerana kita rasa bangga bila dipuja
Dan rasa keji bila dihina

Kerna kita menolak segala bencana
Dan asyik bergembira dengan nikmatnya
Sedangkan semua ini adalah takdirNya
Dan kita harus bersyukur sentiasa

Bukannya teka teki gurauan hati
Sekadar melindung kasih yang tersembunyi
Bukan mudah mencari kasih abadi
Dalam terang ia sembunyi

Umpama Mimpi Dalam Mimpi - Lyrics



Kenangan bersamamu kasih
Seumpama mimpi di dalam mimpi
Terasa engkau di sisi
Menemaniku saban hari

Pabila kupejamkan mata
Akan terasa hangatnya asmara
Walaupun sekian lama
Telah terpadam cinta kita

Luka yang tak terasa
Mengalair darah yang tak berwarna
Bagai jeritan tanpa
Suara

Tangisan dalam ketawa
Sedu sedan menjadi syair cinta
Terasa ingin ku sentuh
Bayanganmu

Walau hanya seketika cuma
Agar hilang rindu dan dahaga
Agar pulih semangat kasih dan mesra
Seperti baru kenal cinta

Kenangan bersamamu kasih
Membakar gedung fikiranku kini
Terasa hidupku ini
Umpama mimpi dalam mimpi

Umpama mimpi dalam mimpi

Sesat Dalam Rindu - Lyrics




Ku resah mencarimu dengan akal
Dengan bersama sifat-sifat pinjaman
Kau ku rasakan semakin menjauh
Tersesatlah aku dalam rindu mu

Ku satukan firasat mencari mu
Dan ku terlontar di penghujung alam
Kau masih tidak dapat ku jejaki
Betapa malangnya nasib ku

( korus )
Kerana mu ku tinggalkan segalanya
Sendiri aku terpedaya
Punya akal dan firasat yang tidak ke mana
Hanya jalan yang sengsara

Zahir musnah bagi yang mimpi
Zahir ada rahsia mencari
Lalu ku selami di dalam diri
Dibawa arus nafas ku
Asal serah janji dahulu
Mula hidup pasti mula cinta

Engkau kasih ada di sini
Engkau kasih ada menanti
Kau kasih aku jua kasih

Asyik - Lyrics




Dengan bahasa kalimah yang sama
Puji dan memuja
Dilindung dan dibuka
Rahsiakan tetap rahsia

Indah bukan rupa
Harum bukan bunga
Manis bukan gula
Panas bukannya bara
Cintakan tetap cinta
Sejak aku kenali
Cintamu yang suci
Aku telah berjanji
Tak berpaling lagi

Akan aku genggam api
Hingga jadi besi
Dan nyata sebati

Gelap bukan malam
Terang bukan siang
Satu tak terbilang
Hanyut tak terenang
Waktu tak terasa
Rindu tak terkata
Asyiknya cinta

Dan hanya kepadamu
Kuserah jiwa ragaku
Walau berjuta seteru
Tak kuragu

Antara Sutra dan Bulan - Lyrics




Dan selembut bak sehalus sutra
Desiran angin terasa
Dan rembulan menatap riang
Ke wajah malam asyiknya

Di antara sutra dan bulan
Terlihat wajahmu kasih
Sedang merenungku
Dalam dilema rindu
(Pasrah cintaku)

Di antara lembut dan halus
Engkau bisikkan sesuati
Di antara engkau dan aku
Masih kau pendam rahsia

Mengapa antara kita
Engkau masih berahsia masih
Sedangkan aku
Engkau biarkan lesu

Ketuk bukalah pintu
Atau jendela waktu
Buka pintu kasihmu
Agar kasih bertemu
Restulah hulurkan tanganmu

Kasih aku merayu
Kasih usah membisu
Kasih aku menunggu
Tanpa ku rasa jemu

Monday

Retak Jangan Relai - Lyrics





Bukan sekali hatiku terguris
Cuma tak terlihat dari mata kasarmu

Sekali-sekala kesabaranku hilang
Masih mampu ku simpan
Api kemarahan

Mengenangkan perhubungan ini
Terjalin sekian lama
Ku cuba pertahankan
Yang retak tidak relai
Kerna sayangmu
Terlalu melebihi

Oh sanggup ku telan
Kepahitan berbisa
Dari melepaskanmu
Ke tangann insan lain
Oh apa lagi bukti yang kau pinta
Akan ku tunaikan permintaan
Walaupun nyawa jadi taruhan
Ku rela asalkan kasih kita yang
Retak jangan relai

Ku rela asalkan kau lenyapkan
Semua marah mu padaku
Kita siram semula benih cinta

Ramalan Ku Benar Belaka - Lyrics




Hingga ke saat ini
Berbagai persoalan
Tak henti melanda
Buntu... ku memikirkannya

Kau memilih diri ku
Di atas dasar apa
Apakah kerna cinta
Atau... pelepas sepi cuma

Seumpama... dedaunan...
Yang telah gugur bertaburan
Membiarkan... ranting dimamah usang

Apakah semua itu
Akan terjadi pada ku
Andainya benar
Maka tepatlah apa yang diramalkan

Waktu bersama mu
Banyak benar kenangan yang kita ciptakan... bersama
Dan satu darinya... engkau bersyahdu
Bahawa aku takkan kehilangan mu
Susah payah kita... semai benih cinta
Merempuh dugaan akhirnya kau tinggalkan
Susah payah kita... semai benih cinta
Merempuh dugaan... akhirnya kau tinggalkan
Sia-sialah ku bina istana cinta
Andai insan lain... dihati mu... bertakhta
Hingga ke saat ini... ku masih terkenangkan
Saat-saat yang indah... nyata kesudahan aku parah

Bukalah Hati Mu




Salam kasih masa silam
Bukan hanya sementara
Bergetaran sampai kini
Masih terasa asyiknya
Ku pinta
Ketulusanmu
Tanpa keraguan

2
Bila malam ku termimpi
Kalimah sendu terhenti
Bila siang ku mencarimu
Hakikat cinta nan suci
Lafazlah walau sepatah
Lafaz cintamu

3
Bukalah hatimu
Agar bisaku menatapi
Rahsia kalimahmu
Yang penuh dengan madahnya
Salahkah andai ku memuja
Keindahan milikmu

4
Apakah bezanya kita
Di dunia yang fana
Jika sudi katakan sudi
Tidak ku ternanti-nanti
Lafazlah semahu hatimu
Pastiku rela

( ulang 2 & 3 )

Kasih diumpama
Sekurun hujan di lautan
Tak mungkin kan tawar rinduku
Pada dirimu

( ulang 4 )

Berapinya Rindu - Lyrics




Resah ini
Semaikn menghimpit diri
Makin ku diam
Makin mencengkam

Rindu ini
Dari dulu hingga kini
Masih menjadi
Masih berapi

Katamu sepi itu indah
Seindah cinta kita
Bagi ku suatu penyiksaan
Yang payah digambarkan

Berapinya rindu
Jiwa tak menentu
Hanya tuhan yang tahu
Andai ku punya sayap
Pasti aku kesana
Bercanda denganmu
Moga hilang resah yang mencengkam

Resah ini
Bilakah kan reda
Tak tertahan lagi
Rindu berapi

Friday

Akulah Teduhan Mu - Lyrics




Selagi ada
Hayatku dikandung badan
Hanay dirimu
Yang teramat ku kasihi
Kerna bagiku kini
Kaulah segalanya
Ku kira kau begitu jua

Tapi mengapa
Terkadang kau menyisihkan
Sedangkan kita
Saling sayang menyayangi
Tiada ku terniat
Untuk melukai
Maafkan andainya salahku

Oh sukar benar menyakinkan
Cinta yang tulus dan suci
Padamu yang ku kasihi
Oh apalah lagi disangsikan
Cintaku sebenar cinta
Walaupun kau kedaifan

Tidak pernah ku menyesali
Walau sekelumit di hatiku
Tanpamu siapalah aku
Yang melahirkan rindu
Kaulah kekasihku selamanya
Ku teduhanmu